agresi maternal
maternal aggression
Ringkasan Singkat
Agresi maternal adalah bentuk pertahanan diri betina untuk melindungi keturunannya dari ancaman penyusup atau predator.
Agresi maternal (maternal aggression) adalah bentuk agresi pada hewan non-manusia di mana betina mempertahankan keturunannya dari potensi ancaman atau penyusup. Perilaku ini biasanya diwujudkan melalui tampilan ancaman (threat displays) atau perilaku menyerang secara langsung. Hal ini dipicu oleh perubahan hormon yang terjadi setelah melahirkan, terutama peningkatan kadar prolaktin dan oksitosin.
Agresi ini berfungsi sebagai mekanisme adaptif yang sangat kuat untuk memastikan kelangsungan hidup anak-anak yang masih rentan. Meskipun biasanya diarahkan pada predator atau pejantan asing, agresi ini juga bisa muncul jika lingkungan sekitar dirasakan tidak aman. Mempelajari agresi maternal membantu ilmuwan memahami dasar-dasar neurobiologis dari perilaku protektif pada mamalia.
Referensi Yang Bisa Anda Gunakan
- Lonstein, J. S., & Gammie, S. C. (2002). Sensory, hormonal, and neural control of maternal aggression in mammals.
- APA Dictionary of Psychology
Peringatan Sitasi Akademik
Halaman ini disusun murni sebagai alat bantu pemahaman awal. Dilarang keras mengutip halaman ini sebagai sitasi utama dalam karya ilmiah atau tugas akhir. Silakan gunakan literatur primer yang tercantum pada daftar pustaka.